Suka Duka Jadi Anak Bahasa | Part 2


Hai! Apa kabar?
Hi! How are you?
كيف حالك
itulah bahasa asing yang sekiranya saya pelajari di sekolah, dalam jurusan bahasa tentunya.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin melanjutkan opini saya tentang jurusan bahasa. Lebih tepatnya saya akan membahas "Apa aja sih yang dipelajari di jurusan Bahasa"

Kalau kalian tanya apa aja sih? jawaban dari saya, ya banyak banget hehe

sebenernya sama sih dengan jurusan lainnya seperti: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, PKN, Agama, Penjaskes, Sejarah Indonesia, dan Seni Budaya.

bedanya dengan jurusan lainnya, kami mempelajari mata pelajaran yang hanya ada di jurusan bahasa. contohnya nih, kalau anak ipa belajar Fisika, Kimia, Biologi dan anak IPS belajar sejarah, ekonomi dan sosiologi. anak bahasa beda!

Kami belajar Sastra Inggris, Sastra Indonesia, dan Antropologi.

Untuk pelajaran bahasa asing di SMA tempat saya menuntut ilmu hanya ada pelajaran Bahasa Arab. Harapan saya suatu saat nanti untuk bahasa asing bisa ditambah, contohnya seperti Bahasa Jepang dan Bahasa Jerman.

Seru gak sih Bahasa?
wah seru banget! kami mempelajari berbagai macam bahasa dan budaya masyarakat yang berbeda beda. untuk budaya ada di pelajaran Antropologi. antropologi itu kami diajak mempelajari ilmu kemanusiaan dan budaya budaya.

jadi selain kami bisa berbahasa asing, kami juga bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

nah, saya ingin meluruskan tentang pernyataan-pernyataan yang sering sekali saya dengar tentang jurusan bahasa, seperti:

"jurusan bahasa itu hanya untuk anak-anak yang nilainya kurang"

siapa bilang? tidak ko!. sebelum menentukan jurusan sebenarnya kita harus memikirkan masak-masak mau ke jurusan apa kita nanti. jangan malu sama gengsi, dan yang penting nih jangan dengerin apa kata orang.

kalau sampai salah jurusan, akan berdampak tidak baik lho! pilihlah jurusan yang sesuai dengan kemampuanmu. teman saya banyak ko yang nilainya tinggi waktu di SMP/MTs dan dia masuk bahasa.

jadi jangan meremehkan,ya!

"Masuk Bahasa? Mau jadi apa?"

Jadi manusia yang taat kepada tuhannya dong *eh wkwk becanda gaes! profesi yang cocok buat anak bahasa banyak banget lho, contohnya nih: sastrawan, dubes, presenter, dosen/guru bahasa, wartawan, jurnalis, penulis, sutradara dll.

jadi semua itu kembali ke diri kalian masing-masing, apapun jurusan yang kalian pilih sewaktu sekolah tapi kalo semangat belajar kalian " loyo " saya yakin kalian ga bakal maju!

Ilmu bahasa manfaat ke masyarakatnya apa?"

eitss! banyaaakkkkk bgt! bahasa itu alat komunikasi utama lho selain kontak fisik. manfaatnya kita bisa menyesuaikan diri dimana saja terutama bila ke luar negeri nanti *Amiinn.

apalagi di zaman seperti sekarang, selain skill yang memadai, pandai berbahasa juga faktor utama mencari kerja lho. apalagi kalau pandai berbahasa asing selain bahasa inggris, wah.. itu bisa jadi nilai plus kita tersendiri.

bisa-bisa nih.. bakalan dapat mutasi ke luar negeri! *AAMIIN. kebayang kan besaran mana gaji di luar negeri dengan gaji di Indonesia?

udah jangan di bayangin dulu deh, tekunin aja dulu apa yang kita bisa. itu bisa jadi modal kita kelak lhoo bila terjun ke masyarakat nanti.

jurusan bahasa juga gak hanya belajar "bahasa" tapi, kami juga dapat pelajaran lintas minat "Matematika IPA".

"belajar bahasa asing kan bisa pake google translate"

hmm.. asal kalian tahu aja nih ya. google translate itu aneh. apa yang kalian translate di situ beda lho artinya dengan 'arti sesungguhnya'. contohnya kalau kalian translate kalimat bahasa inggris ke google translate, artinya aneh kan?

iya gitu.

terus penempatan bahasa (pola kalimat) juga beda. kalau bahasa indonesia kan SPOK, beda lho.. kalau di Korea KSPO (kalau tidak salah).

nah, dalam bahasa Jepang juga. misalnya kalau kita manggil nama orang harus ditambah 'san' belakangnya. contoh: Resvin-san. (khusus yg seumuran). *gak percaya? yaudah wkwk

jadi jgn mudah percaya pada translate google.

Jadi saya tekankan lagi ya, di SMA itu ada 3 Jurusan yaitu; IPA, IPS dan BAHASA, bukan hanya IPS dan IPA.

oh iya untuk kalian yang sudah jadi anak bahasa dan merasa "Minder", karena sering dipandang sebelah mata, tenang aja, calm down wkwk. Kalo kata rapper favorit saya sih "Mereka yang remehkan ujung mata perhatikan".
tunjukin aja dengan prestasi kita dan tanamkan rasa bangga jadi anak bahasa!

Bahasa bukan jurusan baru!!!
Barangkali kalian belum tau, jurusan Bahasa itu bukan jurusan baru. Dia udah ada lama banget ada. Kalau dilihat di Wikipedia, sejak 1950 kurikulum pendidikan SMA membagi peminatan belajar menjadi tiga. IPA, IPS, dan Ilmu Bahasa. Sempat ada jurusan Fisika dan Biologi, sih, tapi kemudian tiga jurusan tadi yang dipertahankan. 

Hapus Diskriminasi Jurusan Bahasa 
Pertama, kalau lagi ngomongin jurusan jangan cuma ngebahas IPA dan IPS. Kedua, hapus yuk stigma negatif tentang jurusan Bahasa. Anggapan bahwa jurusan Bahasa itu jurusan buangan dan nggak jelas masa depannya, tuh, pemikiran kuno banget, bro. 
Terus, kita juga mesti sama-sama dukung jurusan Bahasa biar lebih diperhatikan lagi sama banyak pihak nih, terutama pemerintah. Jurusan Bahasa mesti kembangkan lagi, sekolah-sekolah yang  nggak punya jurusan Bahasa atau sudah menghapusnya, coba dipertimbangkan lagi, deh. 
Nah, yang diskriminasi yang paling nyata adalah saat SBMPTN,  kita cuma mengenal ujian sainstek untuk peminatan IPA, ujian soshum (sosial humaniora) yang dikhususkan untuk anak IPS, dan ujian campuran untuk anak IPS yang mau nyebrang ke IPA. Nggak ada ujian yang bener-bener untuk anak bahasa

iya gaes, mungkin sekian dari saya.
Sayonara!
Sampai Jumpa, salam hangat anak bahasa :)


Terima kasih!


Komentar

  1. Menurut saya yang jurusan bahasa sin ..ini pendapat kena banget ..terus kembangkan ya dek wkwkwkwkwk😂

    BalasHapus
  2. Jadi lebih memotivasi anak bahasa, termasuk saya yang juga dari jurusan bahasa hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sergey Ponomarenko Time Traveler Misterius #DesignEducation

Suka Duka Jadi Anak Bahasa

Indonesia Tempoe Doeloe