Suka Duka Jadi Anak Bahasa

Perkenalkan nama saya Resvin Noor Ananda Sidiq, you can call me Resvin, saya seorang siswa di salah satu SMA di Kab. Banjar, Kalimantan Selatan.

Sekarang ini saya duduk di kelas 12 Jurusan Ilmu Bahasa dan Budaya, banyak sekali suka duka dan pengalaman yang saya dapat setelah 3 tahun belajar di SMA dengan jurusan Bahasa, dan disini saya merangkumnya dengan sesingkat-singkatnya.


mungkin jurusan bahasa masing terdengar asing di telinga sebagian orang, karena sesuai fakta yang beredar bahwa : "tidak semua SMA memiliki atau membuka jurusan bahasa".


jurusan kami mungkin bisa dibilang "anti mainstream"./ saya menyebutnya begitu.


sesuai pengalaman yang seharusnya sudah biasa dialami anak bahasa, yaitu pertanyaan :


"ko masuk bahasa, kenapa gak ipa aja?"


"di bahasa belajar apa aja?"


"masuk bahasa? mau jadi apa?".


"ko masuk bahasa? kenapa gak ipa aja?


pertanyaan ini menduduki peringkat pertama, dari daftar pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman SMP maupun para tetangga selepas saya pulang mendaftar. pasti kalian, para teman seperjuangan saya .. juga ikut merasakan ini bukan?


Jurusan di SMA itu sebenarnya ada 3 yaitu : IPA, IPS, dan BAHASA .


dan pertanyaan saya : "Mengapa mainset masyarakat selalu mengunggulkan salah satu jurusan saja?". seakan menganggap jurusan lain rendah.


apakah jika saya masuk ke dalam jurusan yang diunggulkan, akan menjamin saya meraih kesuksesan?

masuk bahasa, mau jadi apa?".


sekarang saya tanya balik deh..


"masuk ipa, mau jadi apa? jadi dokter? ehmm.. emang udah yakin beneran bisa jadi dokter kalo masuk ipa?".


"masuk ips, mau jadi apa? jadi pengusaha? ehmm.. emg kalo masuk ips, bakal 'ngejamin' kamu jadi pengusaha?".


jawabannya cuma satu.


"TIDAK ADA HASIL YANG MENGKHIANATI PROSES".

Intinya mau masuk ipa,ips atau bahasa.. kalau semangat belajarnya loyo, jarang ngerjain tugas, cuma ngandelin 'gulungan suci' (read : contekan) saat ulangan.. yakin bakal bisa wujudin cita-cita?


hidup gak sekonyol kartun spongebob, gaes... .

sewaktu-waktu 'nilai tinggi' bakalan kalah sama yang 'terampil' dalam bekerja.

anak jurusan bahasa, bisa ko cari kerja sesuai bidangnya. karena bidang kami dibagian 'merangkai kata', 'public speaking', atau 'interest dengan budaya luar maupun lokal' (sesuai singkatan IBB [Ilmu Bahasa dan Budaya] ) kami bisa mencari pekerjaan sesuai kriteria di atas.

contoh nyatanya : wartawan, penulis, translator, guru/dosen bahasa. presenter (karena anak bahasa dituntut pandai berbicara) / malah menurut saya, pekerjaan yang sesuai dengan jurusan bahasa itu tidak selalu 'menuntut' kami bekerja di kantor.

mungkin pandangan masyarakat lagi-lagi masih terasa asing mengenai 'profesi anak bahasa'. dan sekali lagi saya katakan, jurusan kami memanglah 'anti-mainstream'.

Dulu waktu saya kelas 10, saya pernah mendengar bahwa " Anak yang masuk bahasa itu karena mereka gagal masuk IPA/IPS makanya mereka masuk Bahasa"

Asal kalian tau, saya milih bahasa tulus dari hati, karena sejak dulu saya suka membaca, suka menulis, suka baca buku-buku cerita.

kalau gak tau tentang jurusan kami, setidaknya lebih baik diam. jangan berkomentar yang membuat kamu malah terlihat 'rendah' karena ucapanmu sendiri.

atau yang lain.., kami masih sering merasa di diskriminasi. ya.. saya bicara realita saja. Sekolah Menengah Atas di Indonesia belum sepenuhnya 'ramah' terhadap jurusan kami. padahal jurusan kami membahas lebih dalam mengenai Bahasa Indonesia. dan secara tidak langsung ikut serta dalam pelestarian penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

kalau pengalaman menyenangkannya...

kami benar-benar merasakan eratnya jalinan pertemanan kami. walaupun jumlah kami jauh lebih sedikit dari jurusan lain... yaitu kami hanya satu kelas. tapi kami merasa jalinan pertemanan kelas ini lebih dari sekedar 'relasi teman' saja.. melainkan sudah merambah menjadi 'keluarga'.

untuk para anak bahasa di luar sana, jangan kehilangan kepercayaan diri kamu sebagai anak bahasa. banggalah jadi anak bahasa. kita semua para pejuang 'kata' jangan sampai loyo karena serangan 'kata-kata' dari mereka yang tidak tau apa-apa tentang jurusan kita.

buktikan, bahwa kita juga bisa berprestasi. tentu dengan cara kita sendiri. jangan pernah lelah merangkai kata, jangan pernah berhenti untuk mempelajari ribuan karya sastra dari penulis maupun pujangga. dan jangan pernah lelah mempelajari bahasa asing untuk menambah keahlian kita yang jurusan lain tidak punya.

dan untuk seluruh sekolah yang membuka jurusan bahasa di SMA, terima kasih telah berpartisipasi melahirkan insan-insan yang akan mengembalikan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. baik di negeri sendiri atau akan menglanglang buana ke negeri-negeri lainnya.

Terima kasih untuk para pembaca dan pengunjung blog saya.

Source and Inspirasi by Syahwa Anatasyah

Thanks You
Syukron
Mercy
Kamsahamnid
Danke
and Arigato Gozaimasu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sergey Ponomarenko Time Traveler Misterius #DesignEducation

Indonesia Tempoe Doeloe